
demikianlah yang kudengar ditelingaku
saat sepasang kekasih saling berbagi
di sebuah musim di sebuah senja
ditingkahi angin semilir yang memainkan anak rambut mereka
mereka berkicau
antara batang pohon yang satu
dan rerantingnya yang rapuh
sebuah surat cinta dituliskan lewat pertandapertanda alam
dan kesempatan untuk berbagi hingga tenang perasaan
tidak sepertiku yang masih saja menyimpan luka
di sajaksajak dahulu kutitipkan kata
ini luka yang dahulu ingin kau lihat
mengapa harus kutanyakan tentang setia?
sebab kita ternyata harus jauh memandang pada burung-burung
pada anjing yang menunggu tuannya
dan pada makhluk lain yang ternyata hampa nurani
tapi mereka bisa cintai
saat setia, katamu
tak cukup dengan aksara
maka izinkan kurangkai surat cinta
agar kelak
kita dapat berkaca setia
dari pandang mata dengan warnyanya yang kelabu
saat kita bersama menua
dengan waktu
dengan hujan
dan cerita-cerita indah
dalam sebuah sajak yang saling sahut-menyahut
di tiap lariknya yang tak bisu
(April 18 '11)
*buat kak vee
Woow saya suka amplopnya, motret sendiri?
BalasHapusSaya suka uraiannya, setia itu aku. Aku itu setia. Wahaha..
Salam kenal ya :)
*sempat kaget tiba2 dibikinkan puisi sama penulis berbakat.
BalasHapusjadi puisi ini terinspirasi dari note ku yah?
hemmm. *mangguT2
Syukron dien,
I LIke IT... :) di tunggu puisi selanjutnya untuk saya nah.
_Vee_