Minggu, 24 April 2011

Malam Saat ia Sunyi


Waktu denting jarum yang jatuh ke lantai terdengar jelas

Begitu juga dengan suara detak jantungmu yang memburu

Berpacu dengan waktu yang tak henti mengejarmu

Menagih janji yang telah lama terlupa di sebuah kotak yang tertinggal di masa lalu

Atau karena kau terlampau hatihati meletakkannya di salah satu saku

Dalam selembar kemeja kelabu yang tak tersentuh

Malam saat ia sunyi menjadi saksi

Bagaimana kau belajar untuk sakit dan menyakiti diri pertama kali

Lalu membawa luka itu di masa-masa berikutnya yang tak juga henti

Tanpa menyisakan ruang yang lain kecuali pada langkah yang datang dan pergi

Selesai

Kau pun terburai

Tak ada yang akan melerai

Sementara kisahmu tak kunjung usai

Di malam saat ia sunyi

Bergemeretak daundaun menahan dingin

Hujan pun turun

Dan sempurna sudah penantianmu

Selesai

Kau pun terburai.

*puisi dengan pikiran kemana-mana

April, 24 ‘11

gambar: devianart.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Syukran atas komentarnya...