
Waktu denting jarum yang jatuh ke lantai terdengar jelas
Begitu juga dengan suara detak jantungmu yang memburu
Berpacu dengan waktu yang tak henti mengejarmu
Menagih janji yang telah lama terlupa di sebuah kotak yang tertinggal di masa lalu
Atau karena kau terlampau hatihati meletakkannya di salah satu saku
Dalam selembar kemeja kelabu yang tak tersentuh
Malam saat ia sunyi menjadi saksi
Bagaimana kau belajar untuk sakit dan menyakiti diri pertama kali
Lalu membawa luka itu di masa-masa berikutnya yang tak juga henti
Tanpa menyisakan ruang yang lain kecuali pada langkah yang datang dan pergi
Selesai
Kau pun terburai
Tak ada yang akan melerai
Sementara kisahmu tak kunjung usai
Di malam saat ia sunyi
Bergemeretak daundaun menahan dingin
Hujan pun turun
Dan sempurna sudah penantianmu
Selesai
Kau pun terburai.
*puisi dengan pikiran kemana-mana
April, 24 ‘11
gambar: devianart.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...