
jika terulang kembali pertanyaanmu tentang pengorbanan
adakah selalu berarti rasa sesak yang menyeruak di dada
hingga degupnya terdengar dengan jelas
terlebih saat kita rasa sunyi
di jalan yang sepi ini
lalu untuk apa
kita tetap ada dan meniti di sini
jika bukan untuk memeras peluh menantang matahari
jika bukan untuk menahan air mata sebab terasa asingnya diri
jika bukan untuk melupakan sejenak segala hingar bingar lampu-lampu kota
dan terlarut dalam malam-malam penuh angan tentang sebuah asa yang sering dianggap tak akan sampai ke sana
lalu untuk apa
kuulurkan tangan padamu yang kini menjauh
jika bukan karena kuingat jejakmu yang dulu di hadapanku
jika bukan karena kutahu cita itu masih membekas di dadamu
jika bukan karena kuingin kita bersama mengakhiri ini,
sebab bersama dahulu kita memulai
langkah awal berat itu,
sebab kita perindu syurga, katamu.
tapi bukankah tidak di sini tempatnya berhenti?
(maret, 18 ’10)
untuk semua akhwat yang selalu saya rindukan;
telah kosong satu lagi bata
bukankah kita ingin bangunan ini kokoh suatu masa?
adakah selalu berarti rasa sesak yang menyeruak di dada
hingga degupnya terdengar dengan jelas
terlebih saat kita rasa sunyi
di jalan yang sepi ini
lalu untuk apa
kita tetap ada dan meniti di sini
jika bukan untuk memeras peluh menantang matahari
jika bukan untuk menahan air mata sebab terasa asingnya diri
jika bukan untuk melupakan sejenak segala hingar bingar lampu-lampu kota
dan terlarut dalam malam-malam penuh angan tentang sebuah asa yang sering dianggap tak akan sampai ke sana
lalu untuk apa
kuulurkan tangan padamu yang kini menjauh
jika bukan karena kuingat jejakmu yang dulu di hadapanku
jika bukan karena kutahu cita itu masih membekas di dadamu
jika bukan karena kuingin kita bersama mengakhiri ini,
sebab bersama dahulu kita memulai
langkah awal berat itu,
sebab kita perindu syurga, katamu.
tapi bukankah tidak di sini tempatnya berhenti?
(maret, 18 ’10)
untuk semua akhwat yang selalu saya rindukan;
telah kosong satu lagi bata
bukankah kita ingin bangunan ini kokoh suatu masa?
untuk saya ini???hhhe... syukron ya mbak din
BalasHapusada tong, ukh!buat yang merasa saja deh...
BalasHapus"untuk semua akhwat yang selalu saya rindukan"= kayaknya kata-kata ini untuk saya di..hhhe
BalasHapus"telah kosong satu lagi bata" --> tapi tidak mauja yang ini....na'udzubillah
@muslimah: yah...pilih mana suka aja deh, ukh! hehehe...
BalasHapus