
sebuah jejak mengantarkan kita pada kisah berulang
dituturkan dari masa ke masa
tak akan pernah lekang
sebab abadi
dalam kitab suci
seekor burung terbang melayang di atasnya
tak sanggup
sebab api telah berkobar panas
hendak membakar seseorang
dan tauhid yang ia bawa
adalah ia mengucap pasrah
menolak uluran malaikat
dan mencukupkan dengan Allah saja!
:Ibrahim.
sekelompok saudara diredam api dalam dada
dibuangnya sang adik dalam sumur dalam
menyenandungkan dzikir di gelap pekat
berhenti ikan-ikan berenang
berhenti segala suara alam
dzikir saja, ya Rabb
maka selamatlah ia.
: Yusuf
dalam tiga gelap ia terperangkap
pekatnya malam
kelamnya dasar samudra
di perut paus itu, tak ada cahaya
maka jika bukan karena rahmatNya
maka disanalah ia hingga akhir dunia
:Yunus
jejak-jejak rangkaikan kita pada seberkas cahaya
mungkin bukan karena terhalang panasnya api untuk Ibrahim
bukan pula dalamnya sumur di kisah Yusuf
tidak juga dengan kelam berlapis milik Yunus
tapi oleh tirai yang kita buat sendiri
koyaklah!
dan temukan bahwa memang selalu ada harapan
sebab itulah hidup, sejatinya.
(maret, 16 ’10)
gambar:http://kholilahpunya.files.wordpress.com/2009/05/jejak-kaki.jpg
ckckck..berulang kali pi ku baca baru mengerti...
BalasHapusmantaaappppzzz dien..jazaakillahu khairon buat sajak-sajaknya yang indah ya ^^/
yah... ini dari hasil mem-puisi-kan ta'lim kadis yang bahas ttg keutamaan dzikir pas ndak datang ustadz yusran...kisah2nya sudah sering kita dengar khan? tapi klu di murajaah dengan sudut pandang lain, selalu ada ilmu baru yang kita dapat!
BalasHapus