Sabtu, 16 Mei 2009

Waktu Musim Beku


di sudut jendela yang dingin
berharap cahaya
waktu musim beku memiaskan sudut-sudut yang terdiam
jauh di sana tak habis-habis rndu
saa tercerabut hingga akar-akar
bahkan bukan karena tak lagi bertemu dalam tinta dan helaian
tapi bahkan saat mengapa terasa begitu rindu pada kata-kata:
sudah lama kita tak jumpa
waktu musim beku dan tetap mengalir tanpa bendung di sudut mata
terjatuh ke bumi
lalu diserap tanah dan tumbuhkan pohon tanpa bunga, tanpa daun, bahkan yang paling layu sekalipun
waktu musim beku ditengok sebuah ruang, dingin, sunyi, sepi...
apakah itu kau, hati ?
(september 20 ‘07 )
bersabarlah
bukankah Allah bersamamu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Syukran atas komentarnya...