
termangu ia di sudut beku
menghambur kata pada angkasa
ia berdoa pada Tuhannya;
jadikan lunak matahari di dadanya
maka iapun terjatuh pada kubangan
ia berdoa pada Tuhannya;
jadikan jauh apa yang tak nyata
maka iapun merasa sakit yang tak terkira
hingga ia berdoa pada Tuhannya;
jadikan segala yang terbaik baginya
maka iapun tersadar pada jatuh dan sakit
yang menjelma
cahaya.
(november ’06)
menghambur kata pada angkasa
ia berdoa pada Tuhannya;
jadikan lunak matahari di dadanya
maka iapun terjatuh pada kubangan
ia berdoa pada Tuhannya;
jadikan jauh apa yang tak nyata
maka iapun merasa sakit yang tak terkira
hingga ia berdoa pada Tuhannya;
jadikan segala yang terbaik baginya
maka iapun tersadar pada jatuh dan sakit
yang menjelma
cahaya.
(november ’06)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...