
apa?
yang membuka pintu tak lagi bermakna
sesudah gerimis hapus buram kaca
kesalahan hidup tak mengikutinya
ia tertatih menyeret jejak yang terpekur diantara kubangan
ingatkan
bahwa akan datang masa saat
surya tak lagi punya sinar
selengkung pelangi patah
jatuh ke tanah
wajah tak lagi menengadah
kerena cahaya tak lagi di sana
ingatkan
bahwa hidup adalah saat ia masih punya harapan.
(juni 12 ’06)
yang membuka pintu tak lagi bermakna
sesudah gerimis hapus buram kaca
kesalahan hidup tak mengikutinya
ia tertatih menyeret jejak yang terpekur diantara kubangan
ingatkan
bahwa akan datang masa saat
surya tak lagi punya sinar
selengkung pelangi patah
jatuh ke tanah
wajah tak lagi menengadah
kerena cahaya tak lagi di sana
ingatkan
bahwa hidup adalah saat ia masih punya harapan.
(juni 12 ’06)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...