pada setiap senja kita menitipkan salam yang tidak terucap
ada rindu yang tersimpan dengan rapi di sudut hati
ada kata-kata yang berhenti pada lisan yang terhenti
dan mulut yang mengatup
kau menutup hari dengan menjalin benang-benang cahaya keemasan
menjadi selimut yang menemani hingga pagi datang
lalu bunga sakura menyapamu bersama udara yang hangat
bagimu,
hembusan semilir angin adalah aroma yang kita hirup bersama
adalah langit yang kita pandang bersama
adalah kelopak merah muda yang menunggu masa
jatuh kepada tanah yang menantikannya sejak lama
dan bunga sakura pun gugur lagi
mengingatkanmu pada jalan sunyi yang telah kau susuri
dan segala tanya yang tak pernah tuntas
serupa ruang hening yang tak pernah berani kau tengok
serupa daun kering yang kau beri nama, namun enggan kau sapa
serupa hati yang mencari tempat kemana berlabuhnya
bunga sakura akan gugur lagi
dengan atau tanpa kau berlari untuk mencari
dengan atau tanpa kau menyibakkan kelam
pada hatimu sendiri.
Makassar, 3 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...