berdiri di sisi jendela
dan malam terlampau temaram,
seperti bagaimana ia seharusnya
maka pandanglah bulan
entah ia sabit atau purnama
dari sini, dari satu arah yang sama
kita menikmati sinarnya yang terengah untuk singgah
kita memindainya sebagai pemadangan alam
di setiap malam
memandang bulan tanpa perlu berpikir untuk menyentuhnya
tanpa pernah tahu kasar dari permukaannya
atau langkah yang tidak akan menjejak padanya
tidak mengapa, sebab meski diusir cahaya
ia akan terbit kembali di esok malam
untuk kau pandang
untuk kau tatap dengan hati saja
hingga tak perlu beranjak kemana-mana
hingga tak perlu berlari tergesa-gesa
hingga tirai tertutup
tapi layar tersibak
kenyataannya, bulan tidak seindah yang kita kira
tapi tak mengapa,
bukankah kenangan tidak akan pernah berubah?
Kamar Indy, 9 November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...