di sini kami tidak mengenal malam dan siang
juga tidak percaya adanya matahari
kami tidak perlu meriuhkan pergantian tahun
atau penantian rembulan untuk terbit lagi
di sini hening menyelimuti dari riak ombak
lebih baik daripada hati yang sepi
dalam hingar bingar yang ramai
para terumbu adalah saksi bisu
seseorang perlu diajari untuk menjadi manusia terlebih dahulu
kami tidak tahu tentang hujan
atau angin kencang
seperti kami tidak peduli
pada caci maki dan kata dusta
ada yang datang menengok pada kami
ia membawa sebongkah hati yang telah mati
katanya, kenangan tentang musim semi telah menciderainya
sementara ia
terlampau perih untuk melangkah lagi
Makassar, 20 November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...