Kamis, 19 Januari 2012

senja

mungkin sebab kita terlalu tergesa untuk menyalakan lentera
sehingga tiba-tiba terperanjat bahwa ternyata senja masih cukup kemilau
untuk kita nikmati cahaya keemasannya
dengan seperti apa ia mampu bersinar

-----

suatu waktu
di saat seharusnya tersenyum
ada takut yang tiba-tiba datang
ada perih yg seketika menjerap
pada sebuah kemungkinan
pertemuan yang akan menjadi mula dari lebih banyak perpisahan

-----

tapi jiwa ini rapuh
perahu kertas yang kemarin kau hanyutkan
telah basah sempurna dan tenggelam
dan langit hanya dapat menaunginya seperti kemarin
memandangnya dalam luka
dalam duka

------

ibu bilang
hatimu keras
tapi kau tahu
itu dari luarnya saja
selebihnya ia dapat patah seketika
bukan oleh siapa-siapa
bukan pula oleh prasangka
tapi olehnya dirinya saja

saat ia menghimpun kata-kata di hadapannya
agar menyulam diri menjadi sehelai sapu tangan
sudikah bantu resapkan air mata?
(Januari, 19 '12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Syukran atas komentarnya...