izinkan aku jatuh cinta
pada tiap sinar mentari yang tercurah
dan menyelip pada sela-sela awan
yang bergeser pelanpelan
saat tersapu angin sepoi
yang juga memainkan anak rambutmu
aku tidak akan menghitung janji-janji
tapi aku yakin
pada bisik rembulan diam-diam
saat menatapmu mengangkat wajah dari sujud panjang itu
adakah namaku dalam doamu?
lalu pada sudut-sudut malam saat ia sepi
kau tahu,
aku tidak pernah peduli pada warna bola matamu
sebab pada tiap rekam rindu ini
ada saja senyum yang terselip
demi tiap kenang yang berpendar
seperti kunang-kunang yang pertama kali kita lihat
dengan hati yang paling bening
di suatu hari
ya, aku sepertinya telah mengerti
aku sepertinya telah mengerti
saat kurasa ini adalah sebuah perkawanan lekat yang telah lama kunanti
lalu kau meralatnya
sebab kau rasa
kita lebih dari itu
kita adalah saudari
dari rahim suci yang terikat oleh perjanjian pasti
saat kita melangkah pada langkah yang sama
saat saling meraih meski tertatih
lalu pada tiap detak hari
saling berharap dapat berjumpa kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...