Saya yang selalu kesulitan untuk memulai pembicaraan, kemudian menemukan puisi sebagai kawan yang begitu baik. Yang dapat menjaga rahasia dengan apik.Yang dapat dengan sabar mendengarkan, tidak menyela dengan interupsi, tanpa pernah bertanya ‘Mengapa?’ Nikmatilah! Bukankah hidup ini adalah puisi yang indah?
Minggu, 04 September 2011
untuk Aafiyah
bagaimana dunia, Aafiyah?
bukankah ia adalah dominasi merah muda
bersama gelembung-gelembung sabun yang bening
meletus di atas ponimu
lalu kau tertawa
hari-hari selalu cerah
tidak usah risau, Aafiyah
pada masa depan Ayah dan Bunda
sebab segala yang tertakdir telahlah benar
kelak, mengertilah bahwa haruslah kita terima
haruslah kita ikhlaskan
namun saat ini,
tersenyumlah seperti biasanya, cinta
sebab akan selalu ada cahaya meski kelam telah pekat
walau hanya setitik dengan pendar yang buram
bahkan kini, ia masih saja dipandang benderang selayaknya bulan baru di tengah malam
maka nikmati saja
biarkan esok kau terjaga dari tidur nyenyak-mimpi indah
dan dunia tetaplah merah muda
cerah
dan kau suka
(September, 4 '11)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...