Seorang istri menatap daun yang berguguranIa dapati reranting dan daun kering yang saling melupakan
Setelah kebersamaan berbagai musim yang telah lewat
Lalu ia bertanya kepada lelaki-nya;
Wahai imamku,
Jika aku telah tiada
Secepat itukah kau akan lupa?
Maka lelaki itu menatap mata istrinya, teduh
Bagaimana bisa,
Ucapnya dengan lembut
Aku lupa pada wanita yang pertamakali mengajariku cinta
Lalu sang lelaki melihat awan yang berarak, pergi meninggalkan langit tempatnya menggelantung sebelumnya
Menuju potongan langit lain tempat ia kembali meneduhkan
Lalu ia bertanya kepada wanita-nya
Wahai bidadari,
Jika nanti aku pergi
Apakah sosokku akan tetap dalam ingatmu?
Maka wanita itu menatap mata suaminya, lembut
Bagaimana mungkin,
Ucapnya tanpa ragu
Aku berhenti mengingat pria yang ridha-nya adalah jannah
Lalu keduanya terinsyaf kepada perpisahan
Yang selalu membersamai takdir perjumpaan
Tapi setelahnya
Akan selalu ada kenangan
Dan rindu yang dapat menyeruak kapan saja
(6/6/2011)
Kado pernikahan untuk Kak Sakinah Dewi Fitriana di hari bahagianya, 4 Juni 2011. ^_^
Afwan, terlambat Kak! >_<
uuhh..mb Diena...so sweet...
BalasHapushiks..terharu ihh..nick ngebacanya...romantis pisan...hahaa...
nice post mb...nick suka..teruslah mnulis mab..main ke blog aku dong mb..butuh komen dr penulis...hahhaaa
@Nick: Wah, saya bukan penulis, Mbak. Saya cuma orang yang suka nulis..Hehehehe...beda loh yaa...
BalasHapusMakasih atas kunjungannya ^_^
Saya juga akan berkunjung balik :D
Tdk kalah dgn indahnya puisi Salim A. Fillah. MasyaAllah calon penulis besarki de'. Amiin
BalasHapusMasyaALLAH
BalasHapusdiena.. nanti mau ka juga untuk saya gang.. ^^ hehehe
@Kak Amatullah: Jangan dibandingkan dengan Salim A. Fillah lah kak...Malu saya... Beliau sih mantapnya ndak ketulungan...hehehehe...
BalasHapusTapi ikut mengaminkan doanya kak Amatullah, deh.. *Aamiin...
_lalu malaikat pun berucap; dan bagimu pun demikian... ^_^
@Maya:Iya, Maya... ^_^ Tapi kalo saya yang duluan, qta yg buatkanka naah.. Hehehehe (^_^)V
BalasHapus