Senin, 13 Juni 2011

Kata Selepas Senja


di senja yang megah itu

sungguh,

aku tidak peduli bagaimana cara mereka menginjak-injak puisi

sebab sudah terlalu lama kami membersamai

meski aku menyahut dan ia hanya mengangguk

tak mengapa,

itu saja


maka biarkanlah kuterbangkan selembar sapu tangan yang tertiup angin sebagai tanda perpisahan

sebab memang tidak dapat kita paksakan takdir yang sudah sejak lama tertuliskan

lalu memilih untuk tetap menatap lepasnya senja, bahkan meski kita sangat mencintainya


biarlah saja,

kita nikmati rembulan dari kejauhan

sebab aku khawatir

memandangnya dari dekat akan mengubah senyum di wajahmu

saat kau sadar, ia tidak seindah yang kau kira.

gambar: devianart.com

3 komentar:

  1. lagi dan lagi....paaaasss bangeeett..kayax qta bisa baca pikiran orang di'...heehee...

    BalasHapus
  2. oh ya? masa sih kak? itu namanya heart-connection.. hehehe ^_^

    BalasHapus
  3. senja kayaknya akan selalu menjadi inspirasi yang asik untuk menulis.
    karena senja punya ceritanya sendiri.

    salam

    BalasHapus

Syukran atas komentarnya...