kami tidak
pernah berani
menyisipkan
nyawa diantara serbuk pil, tablet, atau sirup obat batuk
mereka telah
mati lebih dahulu
digerus
lumpang yang mendekam di lemari kaca
blender yang
mendesis sepanjang hari, menertawainya
kami tidak
pernah belajar membaca atau berlatih bahasa
(cakar-cakar,
atau ulat-ulat yang menari-nari memang bukan untuk dibaca, bukan?)
lembaran
resep itu adalah surat cinta
yang kami
mengerti tanpa perlu belajar mengeja
para dokter
meminta kami mengambil obat dalam bungkusan plastik
kami tahu
perlu memberikan doa dalam senyap yang terbetik
dalam senyum
yang dikira tidak penting untuk dibalas itu
dalam terima
kasih yang disangka basa-basi
kalian kira
telah berhasil membeli bugar dan bahagia dengan datang kepada kami?
tidak,
Tuhan-lah yang telah memberinya
atau
menahannya
bahkan tanpa
perlu kalian minta.
Makassar, Agustus 2013
bukan hanya butuh resep,,,tp juga butuh doa tuk bugar itu :)
BalasHapusya, mari saling mendoakan :)
Hapussalam kenal, Jasmine
terima kasih sudah berkunjung ke sini