Rabu, 01 Mei 2013

puisi menemukan diri

matanya menatap jauh ke luar jendela, jauh sekali. 

"kau sedang melihat apa, nak?"
"langit, bu."

--------------------------------------------------------------------------------

"langit, bu"



puisi akan menemukan dirinya sendiri

pada sedih yang tersembunyi
dan kau punggungi
kau tutupi
dan yang kau sebutkan dengan terang-terangan
dengan sendu yang berlinang-linang

bulan yang memutihkan langit
di pertengahan perjalanan
nyatanya tidak mampu mengubah malam menjadi siang

seperti hidup yang ternyata tidak semudah menggubah sajak
dan menentukan rima
dan kata-kata

doamu;
adalah nanti berkumpul lagi
pada sebuah tempat
dimana tidak akan ada lagi air mata

maka berhentilah mengasihaninya,
dia sedang mengejar surga

Makassar, 1 Mei 2013



1 komentar:

Syukran atas komentarnya...