disuatu waktu
kau menatap mataku dengan matamu yang berkaca
katamu,
kau merasa dia telah begitu dekat
lalu tiba-tiba begitu ingin kau berjumpa
dengan Tuhan yang kau ibadahi di sepanjang usia
diwaktu yang lain
aku pun merasa akan bertemu dengannya
seolah tinggal menunggu kendaraan yang mana akan membawa
lalu teringat pada seikat puisi
yang akan dijadikan wasiat nanti
dialah itu
sebuah garis, pendek saja
namun akan memotong mimpi-mimpimu yang panjang
yang kau terbangkan ke langit dan tersangkut pada awan
kemudian jatuh ke tanah bersama hujan
dialah itu maut,
yang dengan sesuatu yang kita sebut hidup,
nyatanya hanya berjarak
satu tarikan napas
Makassar, 13 Mei 2013
keren kak diena :')
BalasHapus