Sabtu, 26 Januari 2013

kotak kaca

sebuah kotak kaca mencipta cahaya berwarna warni
cantik sekali
membentuk seberkas pelangi
di sini
di dalam hati

lalu terlihat indahlah apa yang kita anggap indah
saat sinar menerobos masuk dari sela-sela tirai bersulam bunga yang kita singkapkan
lalu terlihat nyatalah apa yang menjadi nyata
waktu matahari benderang menerangi segala

tapi suatu saat datanglah  kesadaran
kita memang bukanlah kotak kaca yang transparan
bahwa akan ada yang terus tersembunyi
jika tidak dilisankan

maka hari itu aku memilih menjadi kotak kata saja
saat menggeleng kuat-kuat
menjawab jelas-jelas

teman,
memang belum sekarang saatnya.

Makassar,26 Januari 2013

6 komentar:

  1. kata-kata memang seharusnya demikian, ada yang bisa mengalir keluar menjadi lisan,
    dan ada yang tersimpan dalam nurani tak perlu dilisankan...
    salam hangat untuk blogger Makassar dari blogger Makassar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih untuk kunjungannya. Semoga manfaat

      Hapus
  2. "tapi suatu saat datanglah kesadaran
    kita memang bukanlah kotak kaca yang transparan
    bahwa akan ada yang terus tersembunyi
    jika tidak dilisankan"
    menginspirasi..
    keluar dari fitrah akan mengubah makna..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih untuk kunjungannya. Semoga manfaat

      Hapus
  3. mampir ka kak Dinaaa... :)
    suka puisinya, ini puisi kan?? hehe *plakk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. jazakillah khairan sudah mampir, adek. anggap saja rumah sendiri :)

      iya, kayaknya sih ini puisi yaa.. *elus2*

      Hapus

Syukran atas komentarnya...