sebuah kotak kaca mencipta cahaya berwarna warni
cantik sekali
membentuk seberkas pelangi
di sini
di dalam hati
lalu terlihat indahlah apa yang kita anggap indah
saat sinar menerobos masuk dari sela-sela tirai bersulam bunga yang kita singkapkan
lalu terlihat nyatalah apa yang menjadi nyata
waktu matahari benderang menerangi segala
tapi suatu saat datanglah kesadaran
kita memang bukanlah kotak kaca yang transparan
bahwa akan ada yang terus tersembunyi
jika tidak dilisankan
maka hari itu aku memilih menjadi kotak kata saja
saat menggeleng kuat-kuat
menjawab jelas-jelas
teman,
memang belum sekarang saatnya.
Makassar,26 Januari 2013
kata-kata memang seharusnya demikian, ada yang bisa mengalir keluar menjadi lisan,
BalasHapusdan ada yang tersimpan dalam nurani tak perlu dilisankan...
salam hangat untuk blogger Makassar dari blogger Makassar :)
terima kasih untuk kunjungannya. Semoga manfaat
Hapus"tapi suatu saat datanglah kesadaran
BalasHapuskita memang bukanlah kotak kaca yang transparan
bahwa akan ada yang terus tersembunyi
jika tidak dilisankan"
menginspirasi..
keluar dari fitrah akan mengubah makna..
terima kasih untuk kunjungannya. Semoga manfaat
Hapusmampir ka kak Dinaaa... :)
BalasHapussuka puisinya, ini puisi kan?? hehe *plakk
iya.. jazakillah khairan sudah mampir, adek. anggap saja rumah sendiri :)
Hapusiya, kayaknya sih ini puisi yaa.. *elus2*