
:untuk Kak Yenni
kepadamu, Cinta
kupandang pagi seolah benderang
bukan tersebab mentari
tapi wajahmu yang menyinari
kita tengok jejak-jejaknya dalam untai kisah
saat cinta adalah selimut hangat yang menenangkan
pasca turunnya wahyu yang pertama
juga deret kata-kata yang menghilangkan gusar
dari bibir ibunda Khadijah -radhiyallahu 'anha;
"Allah tidak akan menghinakan Engkau, Kau menyambung silaturahim, membawa beban manusia lainnya, memberi makan pada yang papa, menghormati tamu, menolong, dan menegakkan kebenaran."
bahkan, hingga perpisahan oleh takdirNya telah terlewati oleh masa,
dikenangnyalah sang cinta dengan untaian kata yang menyejarah,
dari lisan Rasulullah -Shallalahu alaihi wa sallam;
"Khadijah, ia beriman saat yang lain mengingkari, ia membenarkan saat yang lain menganggapku dusta, ia memberikan harta saat yang lain menahannya, dan lewatnya terkaruniakanlah ananda dan tidak dari yang lainnya..."
maka kepadamu, Cinta
semoga jejak itu tidak hanya sekedar menjadi bayang
namun juga tapak yang kita ikuti dengan langkah
layaknya cinta yang dimulai dengan indah
terlalui dengan ridhaNya
lalu dikenang dengan sebentuk rasa; rindu yang membuncah
(Desember 23 '11)
kado pernikahan walaupun sudah telat
untuk Kak Yenni, kakanda seperjuangan yang bersiap-siaga di garda terdepan :)
barakallahu laka wa baraka alaika wa jama'a bainakuma fii khair...
*kayaknya beberapa saat kedepan bakal sering ngado puisi macam ini, deh :p
Sepertinya tanggal 7 januari bakal memuat puisi seperti ini lagi
BalasHapusinsyaAllah kak..., qt sdh dpt undangannya? :D
BalasHapus