
dulu aku sering diam-diam menyimpan rahasia darimu, langit biru
waktu kau pergi dan kelam berganti
kutuliskan sajak untuk dibawakan oleh angin malam
lewat tiap desah nafas yang satu-satu
di malam yang sepi
tapi kini
mereka datang kembali
katanya; "kami tidak pernah sampai, mungkin agar kau tidak perlu memulai"
namun,
saat terasa ada yang hilang
mungkin ia abstrak; hanya perasaanku saja
maka langit biru itu yang kini seolah tersenyum teduh
berkata lirih bersama deret awan-awan yang putih;
"ini aku, kawanmu
kelak, tidak usah sembunyikan apapun dariku."
(May, 26 '11)
*sarapan puisi pagi-pagi dengan mata segaris -_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...