
jalan kita terserak oleh waktu
saat sinar siang memberi tahu
kau yang diseberang dahulu, masih saja di sana
sementara aku telah lama mencukupkan diri tanpa harus memaksa mengerti
bahwa tak ada dari kita yang akan mundur
sebagaimana tak satupun yang ingin maju lebih dahulu
tapi kau selalu merasa berpunya
aku pun memiliki hal yang sama
lalu tanpa sadar masing-masing kita memelihara kunang-kunang yang nampak benderang
tapi bukankah pekatnya kelam masih menjadi pemenang?
wahai kau...
sudikah kiranya pinjamkan seikat puisi
sebab ini aku
tak lagi punya kata untukmu.
(October, 13 ’10)
postingan GeJe di waktu sore, hehehehe...
gambar:http://remaja.suaramerdeka.com/wp-content/uploads/2010/01/kunang.jpg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...