
terpaut dengan masa yang cukup jauh
hanya imaji yang mengantarkan pada sosokmu
saat menyusuri hutan dengan hentakan
atau waktu memanjati gunung
sekejap,
berpindah ke gunung seberang
seeokor kuda putih juga nampak di sana
memanggut-manggutkan diri pada tuannya
atau saat kau sedang berada di dalam ruang mungil
menderetkan huruf, lalu mulai mengeja
membenarkan tiap kata dari mulut-mulut kecil yang mengajar membaca
di masa depan
ayah bercerita,
”dia adalah seorang pria gagah perkasa, namun juga ilmuwan ulung yang luar biasa!”
terpaut dengan masa yang tak kembali
sekelompok anak kecil berbaris memegangi ujung sarung kotak-kotakmu
meminta koin-koin kecil untuk membeli kembang gula
sementara kelompok lain hanya berdiri malu-malu
kepala ditekuk, lalu memijiti betismu
sesekali tersenyum,
sesekali menguap menahan kantuk
di antara mereka, terselip aku
lelaki kelabu,
suatu malam hadir dalam mimpi ibu
duduk bersimpuh tenang dalam ruang dengan terang cahaya
syahdu dalam balutan kain putih, juga pancarkan sinarnya
saat terbangun,
ibu melantunkan doa
doa anak shaleh yang menembus langit, lalu mengalir padanya.
(Nov, 1 ’10)
untuk dua orang kakekku; lelaki kelabu yang seorang telah pergi jauh sebelum aku lahir yang seorang hanya ada di masa aku kecil
gambar: http://www.willowtreegifts.net/images/products/Grandfather.jpg



