Minggu, 11 Juli 2010

Saat Kau Pergi, Dinda


mungkin ini akan menjadi sajak yang kelam
meski mentari tadi pagi tak mengisyaratkan apa-apa tentang kepergianmu
dari perpisahan kita yang sementara dahulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
perjumpaan kita dahulu dalam taman syurga adalah sebuah janji
untuk kembali berjumpa di syurganya nanti

mengapa harus seperti ini diingatkan diriku?
tentang sujud yang pendek
atau lisan yang mengering
dan lantunan ayat suci yang tak lagi mengalun

mengapa harus seperti ini diingatkan diriku,
dengan kepergianmu.

teruntuk adikku Kalsum Amalia
berpulang kepada Allah hari ini,
Ahad, 11 Juli 2010
Semoga diampuni dosanya, diterima amalnya, dan dilapangkan kuburnya. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.


gambar:http://youknowwhereyouare.com/wp-content/uploads/2008/10/dandelion-300x288.jpg

3 komentar:

  1. masih teringat sekali, kalau beliau sapaka, dengan senyum manisnya... "kak, bagaimana kabarta?" senyuman manis yang tidak akan pernah terlupa... T_T

    semoga diampuni dosanya, diterima amalnya, dilapangkan kuburnya.. amin allohumma amiin...

    -selamat jalan adinda kalsum-

    sari

    BalasHapus
  2. @sari: yah, beliau adalah adik yang tidak dapat saya lupakan semangatnya, keinginanannya untuk memperbaiki org lain..., waktu saya diamanahkan telkom, beliau yang mengusahakan agar semua kelas di telkom bisa tarbiyah, beliau juga yang pernah smska buat ajari temannya yang muslim tapi ndak bisa sholat, beliau yang selalu buatka merasa selalu ada harapan untuk sekolahnya. Ndak sangka akan secepat ini...

    BalasHapus
  3. Innalillahi wa inna ilahi roji'un...
    semoga adinda diberi tempat yang terbaik disisi RabbNYA..

    BalasHapus

Syukran atas komentarnya...