Jumat, 02 Juli 2010

perempuan dengan sisa tissue di pipi kanannya


ia berjalan menyusuri hari yang akan segera menangkupkan diri
sisa-sisa jingga di langit telah menegaskannya
dan membawa imaji pada pengembaraan panjang
saat ia belajar tentang arti banyak hal

perempuan dengan sisa tissue di pipi kanannya
merundukkan wajah pada hampar angka-angka
belajar mencari makna teriknya siang
belajar untuk menjawab takdir dengan senyuman

dalam lamunan,
ibu berkata
agar ia berhenti saja
berhenti mengurai kata
berhenti menggoreskan pena
berhenti untuk menyusuri jalan panjang yang entah ada di mana ujungnya

tapi, perempuan dengan sisa tissue di pipi kanannya menjawab,
ibu, di sana jiwaku!
lalu sebutir keringat menyusuri pipinya,
meminta untuk diusap
tapi, bukan!
ternyata, itu air mata!
(July, 2 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Syukran atas komentarnya...