
Karena aku pertamakali melihat cinta itu dimatamu
Lewat sayunya karena mungkin lelap yang singkat
Atau karena berbagai tempaan hidup yang hanya sedikit saja kau urai dalam kisah
Mereka bilang tentang dirimu yang kini diatas awan
Mereka melihat pencapaianmu kini hanya lewat mata
Tapi ceritamu adalah tentang perjuangan
Ceritamu adalah jarak berkilo yang kau tempuh
Dan tentang nasi basi yang disiram kembali dengan air panas agar dapat kembali disantap
Kau menangis suatu saat karena takutmu saat jompo tiba
Katamu, ”tak akan kau letakkan pula aku di rumah itu, khan?”
Kau terkadang tersenyum saat kusematkan bangga pada dadamu
Dan kaupun marah saat prahara tiba sedangkan kau telah teramat lelah
Suatu saat kau terjatuh dan tersalah dan buat segalanya terluka
Lalu maaf itu segera terucap dan masih terus kurajut untuk kau bawa dengan sempurna
Kau adalah manusia
Lelaki pertama dengan cinta dimatanya
Dengan sejuta kisah tentang perjuangan
Dan tentang potongan ikan yang kau makan sedikit-sedikit
Dan tentang segala khilaf yang terus kuhapus dari dada ini
Lelaki pertama dengan cinta dimatanya,
Kupanggil kau;
Ayah.
(makassar, 23 Juni 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...