ketiga pasang kita
berhutang pada kata-kata
juga udara
dan langit yang mengantarkan pesan mereka
satu.
mereka dipertemukan oleh masa lalu
dan dipersamakan oleh ruang-ruang hening
yang riuh
seriuh perasaan yang tersampaikan lamat-lamat
dan hati yang menangkapnya cepat-cepat
tapi tak ada lengkung pelangi di sana
serupa aliran sungai yang mengalir begitu saja
tak pula tahu dimana letak muara
tapi ah,
bukankah waktu dapat berbuat apa saja?
dua.
mereka berjumpa pada suatu fragmen
pada dua purnama yang ditatap bersama-sama
dan sederet cerita yang tertuliskan
dengan senyuman pada setiap sudutnya
lalu sebenarnya hembusan angin telah menjalankan tugasnya
dengan baik sekali
menyampaikan tiap rangkaian huruf yang jelas makna
meski, tanpa nama
tanpa alamat tujuan
dan mereka saling membacanya
sayang,
masih dengan tanda tanya
hey, apakah aku tidak lupa sampaikan pada kalian,
bagaimana cahaya selalu berhasil menjadi penunjuk jalan?
tiga.
mereka mungkin terlalu sering bertukar sapa
tanpa pernah saling menatap pada bola mata
hingga kata-kata kehilangan rasanya
dan mereka, terlampau berani bersembunyi
pada tiap sudut huruf
dan kelam malam yang pendiam
saling menerka-nerka dengan ejaan yang tak tuntas
saling berjanji untuk berjumpa
pada sebuah pertemuan yang dinantikan
lihatlah,
bahkan langit pun turut penasaran bersama kalian.
ketiga pasang kita
masih saja menyimpan rasa
maka pada tiap detak detik masa
kita menunggu kelanjutan kisahnya.
Makassar, 20 Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...