Sabtu, 09 Februari 2013

duhai Rasul

duhai Rasul,
sebentang jarak dan waktu memisah antara kami dengan dirimu
dalam malu dan ketidakpantasan
kami ingin sekali mengucap namamu dengan kata cinta
lalu mengikutkannya dengan salam keselamatan
pada tiap hela nafas kami yang tak panjang

kami mengulang cerita tentangmu, perjalananmu
tentang sosokmu yang terlahir yatim
dan sejuta pesona bahkan sebelum kau dirundung wahyu
tentang perutmu yang kau ganjal batu
tentang darahmu yang kau tahan agar tak jatuh
juga saat duka dan luka menggelayut bersama penolakan itu,
kau justru lirih berucap
semoga Allah mengampunkan, sebab mereka tak tahu

duhai Rasul,
kami menyusuri langkahmu, jejakmu
sosokmu yang gagah dan wajahmu yang mengalahkan purnama
seindah senyummu yang bercahaya
dan bilah tanganmu yang kau guna untuk turut kumpulkan kayu bakar
juga sujud-sujud panjangmu
dan kenangmu dalam haru dan rindu
pada ummat yang mencintamu bahkan sebelum pernah bertemu

duhai Rasul,
kami tahu
tidak akan mampu dapatkan syurga
hanya dengan puisi dan kata-kata indah

kecuali setelah kata terakhir itu,
penyairnya turut menerjemah sajak
dalam ketaatan yang banyak

kecuali setelah kata terakhir itu,
pembacanya ikut merapalkan syair
dalam permohonan ampun, taubat, dan inabah

duhai Rasul,
ajari kami cinta yang melintas jarak dan waktu
agar kami dapat membersamaimu
nanti,
dalam waktu-waktu tanpa jeda dan tanpa akhir


Makassar, 9 Februari 2013
untuk Adinda Khairunnisa Said ; telah tuntas janjiku, nah :)


4 komentar:

  1. Syukran kak.....walaupun dijanjinya setelah tgl 11 pi, ternyata ada lebih awal :) Semoga tgl 11 buat kakak bisa terlewatkan dengan baik dan lancar. Semoga dimudahkan kak, sukses selalu..aamiin~

    BalasHapus
  2. rindu kami pada mu ya Rasulullah,
    allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad :-)

    BalasHapus
  3. hatiku tersentuh membaca puisimu..
    ^_^
    indahnya

    BalasHapus

Syukran atas komentarnya...