Saya yang selalu kesulitan untuk memulai pembicaraan, kemudian menemukan puisi sebagai kawan yang begitu baik. Yang dapat menjaga rahasia dengan apik.Yang dapat dengan sabar mendengarkan, tidak menyela dengan interupsi, tanpa pernah bertanya ‘Mengapa?’ Nikmatilah! Bukankah hidup ini adalah puisi yang indah?
Sabtu, 29 Desember 2012
Pada Sejatinya Cinta
dalam hening dan kelam malam
kuharap telah tuntas segala kenang
dan kita dapat jujur pada masing-masing jiwa
bahwa ini bukan hanya tentang sebuah hari yang demikian cerah dan indah
namun adalah awal dari sebuah perjalanan yang sama sekali berbeda; pada sejatinya cinta
maka semoga jawab pada tanya itu
telah rampung kita kumpulkan
telah benar kita maknakan
layaknya mentari yang mencinta bumi
namun tetap merentang jarak
agar tidak saling menghanguskan
atau kupu-kupu yang membersamai kuntum bunga
untuk sebuah benih baru yang akan menumbuh selanjutnya
lalu langkah itu menjadi sedemikian dekatnya
dan kata-kata seolah berguguran tanpa makna
kecuali kita yang mengartikannya
cerita yang lalu
juga mundur tanpa lagi teringat
kecuali kita yang mengenangnya
maka saat akad itu tuntas tertunaikan
mungkin memang inilah saatnya, engkaulah orangnya,
yang menjadi jawab atas doaku di masa silam
pada setiap sujud-sujud yang terdalam
pada sejatinya cinta
|menandai hari bahagia Kak Maryam, Pimpinan Umum Majalah Al Firdaus, kanda tersayang di jalan dakwah bil qalam
|barakallahu laka wa baraka alaika wa jama'a bainakuma fii khair :D
kak, kita masih akan terus berjuang bersama, khan? :)
Makassar, 29 Desember 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Subhnallah,
BalasHapusIndahnya :)