Jumat, 31 Agustus 2012

Hulwanah



malam telah pekat
tapi tak mengapa,
bintang-bintang tak jua sepi sebab purnama tengah bersinar
seperti ummi, Hulwanah
yang tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian

esok,
dedaunan akan menyapa embun
serupa senyuman ummi yang kau temukan
pada kali pertama kau membuka mata
dari tidur lelap yang dijagaNya

ummi-lah itu bidadari,
yang mengenalkanmu pada Rabb kita
Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah
Sang Pemilik Hidup dan Penentu Takdir
yang menjaga tiap langkah mungilmu
bahkan meski kadang kau terjatuh
tak mengapa, Hulwanah
sebab itu hanyalah jeda
untuk kembali memulai langkah selanjutnya

perhatikan langit yang cerah itu
teriknya mentari dan awan yang menaungi
terkadang, hujan pun akan turun rerintik
jangan takut, Cantikku
sebab setelahnya akan melengkung pelangi
serupa tangismu yang sesekali
namun akan segera berubah menjadi tawa kembali

berdoalah untuk ummi, Hulwanah
untuk terampunnya segala dosa
untuk kasih kepada kedua orang tua
sebagaimana kini, hanyalah cinta yang datang dari mereka

Hulwanah shalilah, bukankah kita yakin
atas setiap doa itu, akan dikabulNya
sebab atas banyak hal
selalu diberikanNya
bahkan meski tanpa pernah kita pinta



untuk Hulwanah,
ananda dari Kanda Uswah
cepatlah besar, lalu menjadi mujahidah harapan ummat! :'D

6 komentar:

  1. esok, dedaunan akan menyapa embun. dan diam2 aku akan memperhatikan perbincangan mereka berdua :D

    BalasHapus
  2. cepatlah besar, lalu menjadi mujahidah harapan ummat!

    aamiin...

    BalasHapus
  3. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus

Syukran atas komentarnya...