Rabu, 18 April 2012

puisi yang disiapkanNya untukmu saja


apa yang sebenarnya kita tahu tentang kehidupan?
juga tentang bahagia dan luka yang bergantian
jika masih saja terlalu sering kita bertanya
'atas takdir ini; mengapa harus aku, Tuhan?'

maka mengapa masih kita tanamkan benih-benih puisi pada rahim katakata?
menyemainya di kala hujan atau senja
lalu memeluknya sebagai kawan perjalanan yang setia
dia ada di sana
kapanpun
saat langit biru ataupun jingga

hingga pada akhirnya kita mengerti
mengapa masih saja memetik puisi-puisi yang telah tumbuh berkuntum-kuntum itu
rupanya,
hanya sekadar untuk mempersiapkan diri
untuk masa dimana bertemu dia
puisi yang disiapkanNya
untukmu saja

(April, 18 2011)

akhirnya bisa menulis puisi lagi :)

3 komentar:

  1. Baru liat sepintas blognya, saya langsung jatuh cinta pada tulisan2nya.. Boleh ya, saya ng'fans blog ini? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waa...
      Terimakasih atas kunjungannya yaah :D
      Semoga blog ini bermanfaat untuk kamu. Salam kenal :)

      Hapus

Syukran atas komentarnya...