taukah kau bahwa ada waktu dimana langit memamerkan lukisan yang sangat indah?
saat dipadukannya biru, jingga dan kelam dalam satu kanvas semesta
namun bagiku, perjumpaan denganmu lebih mengagumkan
di langit berwarna apapun ia tertakdirkan
ada ruang cinta yang telah digoreskanNya sejak dahulu
jika saja mampu kita intip, maka akan tertuliskan di sana
namamu dan namaku dalam sebuah fragmen
apakah yang membuat jarak menjadi tanpa makna?
ya, saat akhirnya keinginanNya jua yang pada akhirnya nyata
lalu kita tunduk pada tiap goresNya
sambil bertafakkur pada tiap hela napas
sungguh, kuingin kau yakin pula
atas segalanya
tiada yang sia-sia
maka pada setiap perjumpaan kita
percik cinta adalah niscaya
yang semoga mendatangkan rahmatNya
sederhana saja, sayang
saat kita mengecap pisah yang sementara
hiruplah rindu itu sebanyak kau ingin
ia mungkin menyesakkan
namun sementara saja
hingga kita bertukar kabar
bahwa Allah masih terus menjaga
"satu-satunya puisi yang saya buat dalam tiga kali 'duduk'. Yang jadi duluan adalah bagian akhirnya, lalu bagian awal, dan terakhir di bagian tengahnya. Padahal akhir2 ini suasana cukup mendukung untuk membuat puisi, tapi entah mengapa ada yang mengganjal sehingga ia tidak bisa jadi dalam 'satu kali duduk'. Namun, puisi ini memang harus jadi! Sebab ia saya buat untuk orang spesial, yang oleh dosen saya, kami disebut; teman seperjuangan. Hehehe...
untuk ukhti Nurhainun Ibrahim. Menandai hari bahagianya di 5 Februari 2012 yang pasti indah baginya. Teriring doa; barakallahu laka, wa baraka alaika, wa jama'a bainakuma fii khair. Uhibbukifillah.. :')"
like this kak...hehe....
BalasHapusmakasih, dek :)
BalasHapus