Sabtu, 05 Maret 2011

musim ibu


ia datang diantara rintik hujan
dan kemarau dengan angin
kering
adalah saat kulintasi
pembaringannya, namun tidak
juga dapat singgahmencari pintu surga di bawah
telapak kakimu, ibu
musim itu pun terlewat
berlalu
seperti saat aku berpamit di pagi buta
berlari dgn masa
lalu pulang dengan semua letih yg kuhimpun disepanjang jalan
mataku berat, ibu
hingga terlelap dan tidak lagi terdengar kau berseru
hingga pintu itu semakin menutup
dan musim ibu berlalu
saat ia datang lagi,
ternyata aku pergi
pulang lagi, dan terlelap lagi
terjaga saat kau pun lelap
sambil menghitung waktu
bilakah kembali bertemu
pada musim ibu.

*baraya, 3/3/11 (pada 25 tahun kebersamaan bapak dan mama)
autoklaf, segeralah memekik!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Syukran atas komentarnya...