
Sebuah sajak mungkin telah tercipta
Dan mengeutuk-ngetuk ujung jemari untuk menuliskannya
Tapi apa daya jika ternyata terasa begitu cepat masa berganti
Dari mentari pagi yang menguning menyapa embun-embun di dedaun rimbun
Berganti malam yang menutupkan diri dengan kelam dan semburat air hujan sisa gerimis tadi sore
Aku ingin tetap di sini
Tidak beranjak meski telah diterpa musim dingin yang mencekam apa yang pernah terucap oleh lisan dan teryakini oleh kalbu
Aku tak ingin beranjak
Hingga nanti bertemu dengan asa yang membumbung tinggi ke langit
Hingga nanti tiba saatnya berisirahat, saat kau temukan, aku masih di sini.
(May, 21 2010)
gambar:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ-n_OwjlVyX_c9dEjB22ZJ44q612IecSZybmlZqczl_pjXtphO78AwHpMRZIRF3x1EupokC3ybTa5_ZiRyEbQb6da4lflgfCAy09-ZrbbKL9wOjD3BQoQWfdXIbBzeuqPxPPygxbN8i0/s400/masjid_tsunami.jpg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukran atas komentarnya...