
mentari masih bersinar mengantarkan cahayanya
meski tak pernah kita tahu sampai berapa lama hingga ia tergantikan lagi oleh awan tebal, kelam menutupi langit dunia
maka seperti itulah,
saat sakit itu tak terbatas pada lorong-lorong putih rumah sakit
juga tidak pada wajah dan mata sembab oleh duka
ia juga mungkin hadir di sudut-sudut kamar
bermain melingkupi tawa yang seolah ceria
dan tatap mata penuh harapan
sebab tak semua duka harus dikatakan
dan senyum tak harus berarti tenangnya jiwa
aku tak hadir di sana
tapi tak kuharap juga sebuah doa
cukup kau mencari saja alasan
untuk tak mengerutkan kening
sebab langkah ini sungguh berat!
sungguh berat!
(June, 27 2010)
gambar: http://images.nymag.com/health/besthospitals/hospital061113_3_560.jpg
